Seandainya Ada Keajaiban Mobil sedan merah menelusuri lekak lekuk jalan pegunungan. Lenggang, sendirian tanpa ada kendaraan lain yang melaju searah. Kalau pun ada yang berpapasan, paling-paling hanya mobil kol bak terbuka, mobil sayuran atau angkutan warga sekitar. Itu pun tidak banyak, hanya sesekali saja dan jarang-jarang. Di dalam mobil ini berisikan lima remaja, dua perempuan dan tiga lelaki. Sopirnya adalah Bimo Sunggan, pemuda penuh lemak dan gemuk luar biasa. Saking gemuknya, mungkin pihak puskesmas kelurahan pun sampai tidak rela kalau pemuda ini menimbang berat badan di tempatnya. Sukar dilukiskan, kegemukannya jauh melebihi gemuknya sapi kurban yang biasanya tulang-tulang iganya terlihat karena jarang makan. Sepintas lalu memang tidak terlihat, namun bila diperhatikan dengan seksama, bagian roda mobil sampai melesak ke bawah. Indikasi ini tentunya karena berat bobot si penumpang yang sudah diluar batas kewajarannya. Mungkin kalau mobil ini bisa mengeluh, dia pasti menyesal kenapa dia yang harus dipilih Bimo, sementara di dealer mobil banyak mobil-mobil lainnya.